Asuransi Syariah Memberikan Tanggungjawab Penuh dan Jaminan Terbaik

Asuransi Syariah - Salam sejahtera pada kesempatan hari ini kami akan membahas mengenai apa itu asuransi yang bernama syariah, sebelumnya kami juga telah memposting artikel asuransi kesehatan terbaik. Disini kami akan menjelaskan dari maknanya dan juga beberapa hal yang menyangkut dengan asuransi syariah. Namun sebelumnya kami akan menjelaskan terlebih dahulu dari pengertian asuransi syariah itu sendiri.
Asuransi Syariah
Asuransi syariah merupakan asuransi yang memiliki pendapat syariah dengan usaha saling membantu dan juga menjaga untuk pesertanya dengan membentuk sebuah dana yang dikerjakan oleh pihak asuransi syariah. Dengan maksud menghadapi semua kemungkinan hal yang akan terjadi. Dalam asuransi syariah memiliki beberapa definisi yang terdiri dari :
  1. Akad tabarru yaitu akad yang memberikan biaya dari satu peserta ke biaya Tabbaru yang bermaksud untuk menolong pesertanya yang sifatnya tidak komersil.
  2. Akad yaitu sebuah perjanjian yang dituliskan yang isinya mengenai persetujuan tertentu, dengan hak dan kewajiban pihak peserta berdasarkan prinsip asuransi syariah.
  3. Akad mudharabah yaitu dimana akad ini bertujuan memberikan hasil sebuah investasi biaya tabarru.
  4. Akad wakalah yaitu akad ini memberikan sebuah kuasa untuk pengelolaan biaya tabarru sesuai dengan imbalan nya.
  5. Kontribusi yaitu merupakan akad yang terdiri dari sejumlah biaya dibayar oleh peserta asuransi kepada pihak perusahaan yang akan dikelola sebagai iuran tabarru bagi perusahaan.
  6. Iuran biaya tabarru yakni dimana sebagian kontribusi yang akan dibayarkan peserta asuransi syariah biaya ini akan disimpan kedalam biaya tabarru.
  7. Biaya tabarru yaitu biaya yang asalnya dari sumbangan peserta asuransi syariah yang sesuai dengan akad tabarru.
  8. Defisit yakni kelebihan atau kekurangan dari kontribusi pada biaya akad tabarru yang sudah dikurangi total dari kontribusi peserta asuransi syariah.
Lalu apakah keunggulan dari asuransi syariah itu sendiri :
  1. Pengelolaan biayanya transparasan dengan arti peserta asuransi dengan perjanjian diawal pembukaan jelas dan semua prosedurnya sesuai dengan akad asuransi syariah yang sudah ada.
  2. Dalam mengelola biaya asuransi dilaksanakan secara islami dimana proses asuransi syariah menghindari riba, ketidakjelasan serta judi.
  3. Ada alokasi dan surplus sehingga peserta asuransi sepakat. Adapun alokasi surplus nya adalah sebagai berikut ini :
    • 50% untuk kumpulan biaya tabarru.
    • 20% untuk peserta asuransi syariah yang sudah sesuai dengan syaratnya.
    • 30% untuk perusahaan yang bertujuan bagi operator.
Surplus underwriting bisa didistribusikan untuk peserta asuransi paling lama dalam jangka waktu 90 hari sesudah hitungan selesai dilakukan. Kemudian dalam pembagian hasil surplus, underwriting dapat diberikan oleh peserta asuransi apabila peserta asuransi telah memenuhi syarat sebagai berikut ini :
  1. Pesertanya tidak ada pengajuan sebuah klaim ketika perhitungan surplus.
  2. Bukan sedang mengajukan sebuah klaim ketika tanggal surplus.
Lanjut ke artikel selanjutnya => Asuransi syariah memberikan tanggungjawab penuh dan jaminan terbaik ~ Part-2

Comments